HARIANLAMPUNG, PRINGSEWU –
Menindaklanjuti surat edaran dari Gubernur Lampung Nomer 150 Tahun 2026 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Akibat Dampak Abu Vulkanik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) setempat, mengalihkan KBM secara daring (online).
KBM secara daring ini diberlakukan terhadap satuan pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK dan SLB.
“Hasil rapat zoom siang ini dengan Pemprov Lampung, KBM dialih secara daring. Ini berlaku mulai besok dan Hari Selasa (7-8 September 2026)”, jelas Dr. Supriyanto, S.Pd., M.Pd., dikonfirmasi wartawan, usai rapat zoom, Minggu (06/09/2026).
Sementara, untuk KBM di Hari Rabu dan seterusnya sebut Supriyanto, akan melihat perkembangan situasi dari otoritas yang berwenang.
“Kami juga mengimbau kepada orangtua atau wali peserta didik untuk mengawasi dan mendampingi anaknya selama pembelajaran daring. Termasuk, memastikan siswa mengikuti pembelajaran secara baik di rumah”, imbuhnya.
Untuk diketahui, pada Jumat, 04 September 2026 pada sekitar pukul 11.57 WIB, 15.12 WIB, 15.13 WIB, 15.40 WIB dan 15.43 WIB, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi (peristiwa keluarnya magma, gas, abu dan material lain) dan debu vulkaniknya menyebar hingga wilayah Kabupaten Pringsewu.
Debu vulkanik Gunung Anak Krakatau ini memang berbeda dengan debu biasa. Sebab, bila terkena mata dapat menyebabkan iritasi, sementara paparan pada tubuh juga bisa menimbulkan rasa gatal dan mengganggu pernapasan. (Fikri HL)












