Uncategorized

Diduga Kepsek SMKN2 Kotabumi Korupsi Dana Revitalisasi APBN 2026

×

Diduga Kepsek SMKN2 Kotabumi Korupsi Dana Revitalisasi APBN 2026

Sebarkan artikel ini

Diduga Kepsek SMKN2 Kotabumi Korupsi Dana RevitalisasiAPBN 2026

Lampung Utara
Harian Lampung
SMk Negeri 2 Kotabumi adalah sekolah negeri yang berlokasi Kecamatan Kotabumi Utara desa Madukoro.Kabupaten Lampung Utara.adalah salah satu sekolah menengah atas yang mendapatkan bantuan revitalisasi anggaran Tahun 2026.dengan nilai anggaran Rp 1026,287,978 APBN th 2026.

di duga Pembangunan revit di SMKN 2 ini menggunakan matrial dengan kualitas buruk atau tidak sesuai standar,spesipikasi tehnis.yang telah ditetapkan.
seperti semen memakai merek jakarta,PPC,besi holo,baja ringan ,Reng dan genteng metal yang di sinyalir tidak sesuai dengan rup serta tidak memenuhi ketentuan tingkat komponen dalam negri(TKDN).

Dari pantauan media di lokasi terlihat jelas kualitas pekerjaan fisik di sejumlah lokasi pun perlu dipertanyakan. Beberapa pekerja diduga tidak menjalankan tugas sesuai ketentuan teknis,terdapat plavon lama yang tidak di bongkar,dan langsung menempelkan plavon baru dan juga memakai besi holo yang tidak maksimal serta para pekerja mereka tidak mengunakan Alat Pelindung Diri (APD) K3, selain itu dilokasi ditemukan penggunaan material yang tidak sesuai standar.serta di sekolah ini tidak memajangkan gambar pekerjaan di Meding sekolah yang semestinya di pajang demi keterbukaan publik dan dapat di pantaw oleh jajaran komite sekolah.

Dalam konteks pembangunan sekolah di Indonesia, “revit” merujuk pada Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Tujuannya adalah meningkatkan mutu sarana dan prasarana sekolah melalui rehabilitasi dan pembangunan fasilitas seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan toilet, seringkali melalui skema swakelola.

Penyalahgunaan Wewenang Proyek “asal jadi” seringkali dikaitkan dengan kurangnya pengawasan, transparansi, atau dugaan korupsi dalam pengelolaan anggaran proyek tsb oleh sebab itu meminta kepada pihak BPK serta APH agar dapat memeriksa pekerjaan yang ada di SMKN2 Kotabumi yang di sinyalir adanya indikasi korupsi yang di lakukan oleh Ambron selaku kepala sekolah.(tim /red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *